Showing posts with label teknologi pendidikan. Show all posts
Showing posts with label teknologi pendidikan. Show all posts

Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.

Berikut ini adalah contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk SMA kelas X semester 1 dalam mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Yang saya contohkan berikut hanya mencakup satu kali pertemuan. Saya juga menyertakan konsep Ekplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi. 

Contoh karakteristik Inovasi – Pendidikan Jarak jauh

Pendidikan jarak jauh didasarkan pada dasar pemikiran bahwa murid adalah pusat proses pembelajaran, bertanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri, dan berusaha sendiri di tempat mereka sendiri. Hal ini adalah merupakan kepemilikan dan otonomi.
-          Keunggulan relatif adalah derajat dimana

PROSES KEPUTUSAN INOVASI (kelompok 3)

BAB I
PENDAHULUAN



A.     Latar Belakang
Pendidikan formal dirasakan urgensinya ketika keluarga tidak mampu lagi memberikan pendidikan yang wajar kepada anak-anaknya. Lembaga ini akhirnya diterima sebagai wahana proses kemanusiaan dan pemanusiaan kedua setelah keluarga.

Tentang Difusi Inovasi

a. Inovasi merupakan ide, praktik, atau objek yang dianggap baru oleh manusia. Ide tersebut dapat dipakai oleh sesorang karena memang bermanfaat bagi bidang garapannya. Tapi bagi sebagaian orang inovasi tersebut tidak dipakai karena memang kurang bermanfaat bagi bidangnnya. Misalnya ada sebuah inovasi yang didivusikan kepada para guru Matematika. Inovasi ini adalah sebuah metode

Perkembangan Jarak Jauh dan Terbuka (kelompok 2)

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu faktor determinan kualitas SDM. Akses setiap guru untuk meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti perkuliahan di pendidikan tinggi harus dibuka seluas-luasnya karena pendidikan merupakan hak asasi warganegara. Pendidikan adalah kunci untuk menciptakan, mengadaptasi dan menyebarkan ilmu pengetahuan.

Contoh karakteristik Inovasi – Pendidikan Jarak jauh

Pendidikan jarak jauh didasarkan pada dasar pemikiran bahwa murid adalah pusat proses pembelajaran, bertanggung jawab terhadap pembelajaran mereka sendiri, dan berusaha

konsep Inovasi Dalam Bidang TP

Reka baru (bahasa Inggris: innovation) dapat diartikan sebagai proses dan/atau hasil pengembangan pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau

PERANAN KEMENTERIAN PUSAT (PUSDIKLAT) DALAM PEMBINAAN KURIKULUM

BAB I
PENDAHULUAN

 

Pengembangan kurikulum yang dilakukan satuan pendidikan diharapkan memberikan keleluasaan sekolah untuk merancang kurikulum yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhann satuan pendidikan. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada standar nasional pendidikan, standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pmbiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dari kedelapan standar isi tersebut, standar isi dan standar kompetensi lulusan merupakan acuan utama dalam pengembangan KTSP. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan .Pengembangan kurikulum telah dilakukan oleh sebagian satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dengan mengacu pada standar isi.Pengembangan kurikulum yang telah dilakukan oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada standar isi perlu ditelaah untuk mendapatkan informasi tentang permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan pelaksanaan standar isi tersebut.
Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penyempurnaan

Tujuan Instruksional Merupakan Komponen Penting Dalam Sistem Instruksional

A.    Latar Belakang

Mengajar merupakan pekerjaan professional yang tidak bisa lepas dari berbagai macam problema, apalagi yang dihadapi masyarakat yang dinamis. Guru sebagai pendidik dan pengajar dalam melaksanakan tugasnya sering menemukan problema-problema yang dari waktu kewaktu selalu berbeda, apalagi bila dihubungkan dengan keperluan perorangan atau kemasyarakatan, maka keanekaan problematika tersebut makin luas. Sabenarnya problematika tersebut datang dari implikasi dinamika masyarakat itu sendiri, yaitu menunjukkan hidup manusia menuntut kemajuan-kemajuan yang perlu dipenuhi oleh masyarakat itu sendiri. Akan tetapi problema yang menuntut kepada penelitian yang cermat mengenai sumber-sumber penyebabnya dan akibat-akibat apa yang akan timbul bila tidak terselesaikan.

Untuk itulah diperlukan suatu tujuan instruksional untuk mendefinisikan arah instruksional secara umum dan sebagai petunjuk tentang materi pelajaran yang perlu dicakup. Selain itu, tujuan instruksional juga memberikan pengarahan tentang metode mengajar yang sebaiknya diterapkan, serta membantu dan mempermudah pengukuran hasil belajar yang dituangkan dalam prosedur perencanaan dan penilaian.
Menurut Sodjarwo (1984: 38) Tujuan instruksional biasanya dibedakan menjadi dua,

Proposal Penelitian

  1. LATAR BELAKANG
UU  SISDIKNAS  No  20  Tahun  2003  menyatakan  bahwa  “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran  agar  peserta  didik  secara  aktif  mengembangkan  potensi  dirinya untuk  memiliki  kekuatan  spiritual  keagamaan,  pengendalian  diri,  kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”
Seiring  dengan  perkembangan  teknologi  informasi,  dunia  pendidikan dituntut  untuk  menghasilkan  sumber  daya  manusia  yang  handal.  Sumber  daya yang dimaksud tidak tercipta hanya melalui pendidikan tinggi, melainkan diawali dari   pendidikan   dasar   dan   menengah.   Pendidikan   dalam   kajian   ini   untuk selanjutnya  adalah  dalam  konteks  pendidikan  formal,  maka  yang  dimaksud pendidikan adalah pembelajaran. 
Pembelajaran   saat   ini   perlu   lebih   menekankan   how   (bagaimana membelajarkan)  daripada  what  (apa  yang  dibelajarkan).  Guru  tidak  lagi  hanya bertugas  memberikan  informasi  kepada  siswa.  Tugas  guru  saat  ini  diharapkan dapat  memotivasi  siswa  untuk  mencari  informasi  baru  diluar  kelas  di  sekolah. Belajar tidak hanya disekolah, belajar juga dapat dilakukan diluar sekolah.
Guru  tidak  harus  menyampaikan  pelajaran  sesuai  dengan  kurikulum, tetapi dituntut dapat mengembangkan potensi siswanya. Guru  bukan  lagi  sebagai pusat  pembelajaran,  melainkan  sebagai  fasilitator.  Sumber  pembelajaran  bisa berupa buku, lingkungan, dan masyarakat, termasuk internet. Dengan  demikian,  siswa  akan  menyukai  materi  yang  diberikan.
Setiap  bentuk  pembelajaran  diharapkan  dapat  menghasilkan  produk dalam bentuk sumber daya manusia sesuai dengan tingkat tujuan pendidikannya, serta  kebutuhan  masyarakat.  Wardiman  Djojonegoro  (1993)  menghendaki  agar bangsa   yang   produktif   dikembangkan   lewat   sumber   daya   manusia   yang berbudaya. Hal ini sesuai dengan pengaitan antara dunia pendidikan dengan dunia pembangunan,  khususnya  dunia  kerja  yang  terkenal  dengan  istilah  Link  and Match.
Model  Pembelajaran  Berbasis  Portofolio  merupakan  alternatif  Cara Belajar  Siswa  Aktif  (CBSA)  dan  Cara  Mengajar  Guru  Aktif  (CMGA). 

INSTRUMEN PENELITIAN

Kuisioner Penelitian Motivasi Berprestasi

Pernyataan-pernyataan untuk mengukur variabel motivasi berprestasi yang untuk didiskusikan dan dibahas sehingga diharapkan terbentuk instrumen yang baik atau baku untuk mengukur variabel motivasi berprestasi.

  1. Saya bekerja keras agar prestasi saya lebih baik daripada teman-teman.
a.       Selalu                     b. sering                       c. kadang-kadang
d. jarang                      e. tidak pernah

  1. Saya berusaha mencapai sukses, agar sukses saya menjadi panutan teman-teman saya.
a.       Selalu                    b. sering                       c. kadang-kadang
d. jarang                      e. tidak pernah

  1. Saya melakukan tindakan –tindakan, tanpa mempertimbangkan akibatnya
a.       Selalu                    b. sering                       c. kadang-kadang
d. jarang                      e. tidak pernah

  1. Saya menghindari tugas-tugas yang beresiko, sekalipun resiko itu dapat saya kendalikan
a.       Selalu                    b. sering                       c. kadang-kadang
d. jarang                     

Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi

BAB I
PENDAHULUAN

Seseorang yang belajar membaca dapat dianggap berhasil jika ia benar-benar telah dapat membaca. Untuk bisa dianggap dapat memvaca, orang itu harus dapat membuktikannya dengan tingkah laku atau perbuatan tertentu, misalnya mengucapkan apa yang dibacanya dan memahami apa yang dibacanya itu. Dengan mengamati tingkah laku atau perbuatan yang membuktikan kemahirannya itu, orang lain dapat menilai apakah orang yang belajar membaca itu memang sudah dapat membaca atau belum. Dengan perkatan lain, pengamat atau orang lain mengevaluasi keberhasilan orang yang belajar membaca itu.
Pada dasarnya, evaluasi itu sama untuk

TUJUAN DAN IMPLIKASI FILSAFAT ILMU

1.     1.  TUJUAN FILSAFAT ILMU
Filsafat ilmu sebagai suatu cabang khusus filsafat yang membicarakan tentang sejarah perkembangan ilmu, metode-metode ilmiah, sikap etis yang harus dikembangkan para ilmuwan secara umum memiliki tujuan-tujuan sebagai berikut:
-  Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan ilmiah. sikap seorang ilmuwan mesti kritis pada bidang ilmuanya, sehingga terhindar dari sikap Solipsistik(tak ada pendapat yang paling benar).
-  Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan. Satu sikap yang diperlukan disini yakni menerapkan metode sesuai atau cocok dengan struktur ilmu pengetahuan, karena